Deseminasi Hasil Publikasi Internasional: Memahami Perpindahan Uang Tunai ke Pembayaran Digital di Kalangan Muslim

Dosen Program Studi Manajemen Keuangan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil mencapai pencapaian yang signifikan dengan melakukan penelitian yang diterima dan dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus (Q2) dan Emerging Source Citation Indexes (WoS). Penelitian bertajuk “Understanding Muslim’s switching from cash to m-payments: based on push-pull-mooring framework” telah berhasil melewati proses peninjauan yang ketat dan dipublikasikan di Journal of Islamic Marketing milik Emerald Publishing Ltd. Penelitiannya telah diakui oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Penghargaan pada Klaster Publikasi Karya Ilmiah Terindeks di Database Internasional. Pencapaian tersebut mencerminkan dedikasi dan sumbangsih keilmuan para dosen dalam memajukan ilmu pengetahuan di bidang keuangan dan manajemen syariah, sehingga semakin meningkatkan reputasi Kementerian Agama dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai institusi terdepan dalam memajukan khasanah keilmuan Islam.

Penelitian yang dilaksanakan oleh Rizaldi Yusfiarto, M.M., Dr. cand Sunarsih, dan Dr. Darmawan ini telah didesminasikan dikalangan civitas akademika internal maupun eksternal UIN SUKA. Secara keseluruhan temuan penelitian ini menerangkan bahwa indvidu lebih memilih menggunakan aplikasi pembayaran daripada membawa uang tunai. Alasannya dikarenakan mereka merasa lebih mudah dan nyaman menggunakan aplikasi ini. Tapi bukan cuma itu, ada juga yang dipengaruhi oleh biaya dan komitmen agama mereka. Selain itu, biaya yang tinggi untuk beralih bisa jadi menghalangi beberapa orang untuk mencoba aplikasi baru ini. iaya yang dimaksud di sini meliputi biaya yang terkait dengan beralih dari metode pembayaran yang sudah ada ke metode pembayaran baru, seperti biaya administrasi, biaya penggunaan, atau biaya tambahan lainnya yang mungkin diperlukan untuk mengadopsi aplikasi pembayaran digital. Selain itu, biaya juga dapat mencakup kerugian potensial yang mungkin terjadi akibat perubahan, seperti biaya waktu dan tenaga yang diperlukan untuk mempelajari dan beradaptasi dengan teknologi baru, serta biaya kehilangan atau risiko keamanan yang terkait dengan pembayaran digita Dan, untuk mereka yang sangat taat beragama, mereka lebih memilih yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dalam bertransaksi. Jadi, bisa didisimpulkan, keputusan kita dalam menggunakan teknologi keuangan juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk keyakinan dan kenyamanan.

Sumber:Understanding Muslim’s switching from cash to m-payments: based on push-pull-mooring framework | Emerald Insight